Minggu, 30 Juni 2013

Hubungan Abnormalitas dengan Konsep Motivasi, Stress dan Gender



DEFINISI ABNORMALITAS

     Apa itu abnormalitas? Abnormalitas atau yang disebut juga perilaku abnormal adalah suatu bentuk perilaku yang maladaptif. Ada juga yang menyebutnya mental disorderpsikopatologiemotional discomfortmental illness (penyakit mental) ataupun insanity.

Perilaku abnormal merupakan suatu istilah yang terutama banyak berkembang di Amerika Serikat, yang timbul karena masyarakat negara tersebut lebih berdasarkan ilmu pengetahuan, sikap hidup dan umumnya pemikiran pada mazhab perilaku (behaviorisme).
Perilaku abnormal merupakan tampilan dari kepribadian seseorang dan tampilan luar atau tampilan atas kedua-duanya. Perilaku abnormal juga merupakan perilaku spesifik, phobia atau pola-pola perilaku yang lebih mendalam, misalnya skizofren. Perilaku abnormal juga merupakan sebutan untuk masalah-masalah yang berkepanjangan atau bersifat kronis dan gangguan-gangguan yang gejala-gejalanya bersifat akut dan temporer seperti intoksinasi (peracunan obat-obatan), terutama narkoba yang kesemuanya itu diakibatkan dari gaya hidup seseorang.

KRITERIA YANG MENETUKAN ABNORMALITAS

1.  Perilaku yang tidak biasa
     Perilaku yang tidak biasa disebut abnormalitas. Hanya sedikit dari kita menyatakan melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Hal seperti itu hampir dikatakan abnormal dalam budaya kita.

2. Perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial atau melanggar norma sosial
    Setiap masyarakat memilki norma-norma atau standar yang menentukan jenis perilaku yang dapat diterima dalam beragam konteks tertentu. Perilaku yang dianggap normal dalam suatu budaya mungkin dianggap abnormal dalam budaya lain. Satu implikasi dari mendasarkan definisi dari perilaku abnormal pada norma sosial adalah bahwa norma-norma tersebut merefleksikan standar yang relatif bukan kebenaran universal.

 3. Perilaku atau tingkah laku yang salah terhadap realitas
     Biasanya sistem sensori dan proses kognitif memungkinkan kita untuk membentuk representasi mental yang akurat tentang lingkungan sekitar.

4. Orang-orang tersebut berada dalam stress personal yang signifikan
     Kondisi stress personal yang diakibatkan oleh gangguan emosi seperti kecemasan, ketakutan atau depresi. Namun terkadang kecemasan dan depresi merupakan respon yang sesuai dengan situasi tertentu.



5. Perilaku maladaptif
    Perilaku yang menimbulkan ketidakbahagiaan dan membatasi kemampuan kita untuk berfungsi dalam peran yang diharapkan.

6. Perilaku berbahaya
    Perilaku yang menimbulkan bahaya bagi orang itu sendiri atau orang lain.

FAKTOR-FAKTOR PENENTU ABNORMALITAS

     Sebab-sebab perilaku abnormal dapat ditinjau dari beberapa sudut, misalnya berdasarkan tahap berfungsinya dan enurut sumber asalnya. Kedua macam penggolongan tersebut disajikan sebagai berikut:

A. Menurut tahap berfungsinya

    Menurut tahap-tahap berfungsinya, sebab-sebab perilaku abnormal dapat dibedakan sebagai berikut:

1. Penyebab Primer (Primary Cause)
    Penyebab primer adalah kondisi yang tanpa kehadirannya suatu gangguan tidak akan muncul. Misalnya, infeksi sipilis yang menyerang system syaraf pada kasus paresis general yaitu sejenis psikosis yang disertai paralysis atau kelumpuhan yang bersifat progresif atau berkembang secara bertahap sampai akhirnya penderita mengalami kelumpuhan total. Tanpa infeksi sipilis gangguan ini tidak mungkin menyerang seseorang.

2. Penyebab yang Menyiapkan (Predisposing Cause)
    Kondisi yang mendahului dan membuka jalan bagi kemungkinan terjadinya gangguan tertentu dalam kondisi-kondisi tertentu di masa mendatang. Misalnya anak yang ditolak oleh orang tuanya (rejected child) mungkin menjadi lebih rentan dengan tekanan hidup sesudah dewasa dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki dasar rasa aman yang lebih baik

3. Penyebab Pencetus (Preciptating Cause)
    Penyebab pencetus adalah setiap kondisi yang tak tertahankan bagi individu dan mencetuskan gangguan. Misalnya seorang wanita muda yang menjadi terganggu sesudah mengalami kekecewaan berat ditinggalkan oleh tunangannya. Contoh lain seorang pria setengah baya yang menjadi terganggu karena kecewa berat sesudah bisnis pakaiannya bangkrut.

4. Penyebab yang Menguatkan (Reinforcing Cause)
    Kondisi yang cenderung mempertahankan atau memperteguh tinkah laku maladaptif yang sudah terjadi. Misalnya perhatian yang berlebihan pada seorang gadis yang ”sedang sakit” justru dapat menyebabkan yang bersangkutan kurang bertanggungjawab atas dirinya, dan menunda kesembuhannya.

5. Sirkulasi Faktor-Faktor Penyebab
    Dalam kenyataan, suatu gangguan perilaku jarang disebabkan oleh satu penyebab tunggal. Serangkaian faktor penyebab yang kompleks, bukan sebagai hubungan sebab akibat sederhana melainkan saling mempengaruhi sebagai lingkaran setan, sering menadi sumber penyebab sebagai abnormalitas . Misalnya sepasang suami istri menjalani konseling untuk mengatasi problem dalam hubungan perkawinan mereka. Sang suami menuduh istrinya senang berfoya-foya sedangkan sang suami hanya asyik dengan dirinya dan tidak memperhatikannya. Menurut versi sang suami dia jengkel keada istrinya karena suka berfoya-foya bersama teman-temannya. Jadi tidak lagi jelas mana sebab mana akibat.

B. Menurut sumber asalnya

    Berdasarkan sumber asalnya, sebab – sebab perilaku abnormal dapat digolongkan sedikitnya menjadi tiga yaitu:

1. Faktor Biologis
    Adalah berbagai keadaan biologis atau jasmani yang dapat menghambat perkembangan ataupun fungsi sang pribadi dalam kehidupan sehari-hari seperti kelainan gen, kurang gizi, penyakit dsb. Pengaruh-pengaruh faktor biologis lazimnya bersifa menyeluruh. Artinya mempengaruhi seluruh aspek tingkah laku, mulai dari kecerdasan sampai daya tahan terhadap stress.

2. Faktor-faktor Psikososial
    a. Trauma di masa kanak-kanak 
         Trauma Psikologis adalah pengalaman yang menghancurkan rasa aman, rasa mampu, dan harga diri sehingga menimbulkan luka psikologis yang sulit disembuhkan sepenuhnya. Trauma psikologis yang dialami pada masa kanak – kanak cenderung akan terus dibawa sampai ke masa dewasa.
    b. Deprivasi Parental
        Tiadanya kesempatan untuk mendapatka rangsangan emosi dari orang tua, berupa kehangatan, kontak fisik,rangsangan intelektual, emosional dan social. Ada beberapa kemungkinan sebab misalnya :1. Dipisahkan dari orang tua dan dititipkan di panti asuhan, 2. Kurangnya perhatian dari pihak orang tua kendati tinggal bersama orang tua di rumah.
    c. Hubungan orang tua dan anak yang patogenik
             Hubungan patogenik adalah hubungan yang tidak serasi, dalam hal ini hubungan antara orang tua dan anak yang berakibat menimbulkan masalah atau gangguan tertentu pada anak. 
    d. Struktur keluarga yang patogenik 
        Struktur keluarga sangat menentukan corak komunikasi yang berlangsung diantara para anggotanya. Struktur keluarga tertentu melahirkan pola komunikasi yang kurang sehat dan selanjutnya muncul pola gangguan perilaku pada sebagian anggotanya. Ada empat struktur keluarga yang melahirkan gangguan pada para anggotanya: (1) Keluarga yang tidak mampu mengatasi masalah sehari-hari, kehidupan keluarga karena berbagai macam sebab seperti tidak memiliki cukup sumber atau karena orang tua tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan secukupnya. (2) Keluarga yang antisosial, keluarga yang menganut nilai-nilai yang bertentangan dengan masyarakat luas. (3) Keluarga yang tidak akur dan keluarga yang bermasalah. (4) Keluarga yang tidak utuh, keluarga dimana ayah atau ibu yang tidak ada di rumah, entah karena sudah meninggal atau sebab lain seperti perceraian, ayah memiliki dua istri dll. 
    e. Stress berat 
       Stress adalah keadaan yang menekan khususnya secara psikologis. Keadaan ini dapat ditimbulkan oleh berbagai sebab, seperti: (1) Frustasi yang menyebabkan hilangnya harga diri. (2) Konflik nilai. (3) Tekanan kehidupan modern.

3. Faktor-Faktor Sosiokultural
    Meliputi keadaan obyektif dalam masyarakat atau tuntutan dari masyarakat yang dapat berakibat menimbulkan tekanan dalam individu dan selanjutnya melahirkan berbagai bentuk gangguan seperti:
a. Suasana perang dan suasana kehidupan yang diliputi oleh kekerasan, 
b. Terpaksa menjalani peran social yang berpotensi menimbulkan gangguan, seperti menjadi tentara yang dalam peperangan harus membunuh.
c. Menjadi korban prasangka dan diskriminasi berdasarkan penggolongan tertentu seperti berdasarkan agama, ras, suku dll.

HUBUNGAN ABNORMALITAS DENGAN KONSEP MOTIVASI

     Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik).
Motivasi merupakan akibat dari interaksi seseorang dengan situasi tertentu yang dihadapi. Menurut Robbins (2001:166) menyatakan definisi dari motivasi yaitu kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi beberapa kebutuhan individual.
Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya. Dalam konteks studi psikologi, Abin Syamsuddin Makmun (2003) mengemukakan bahwa untuk memahami motivasi individu dapat dilihat dari beberapa indikator, diantaranya: (1) durasi kegiatan; (2) frekuensi kegiatan; (3) persistensi pada kegiatan; (4) ketabahan, keuletan dan kemampuan dalam mengahadapi rintangan dan kesulitan; (5) devosi dan pengorbanan untuk mencapai tujuan; (6) tingkat aspirasi yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan; (7) tingkat kualifikasi prestasi atau produk (out put) yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan; (8) arah sikap terhadap sasaran kegiatan



HUBUNGAN ABNORMALITAS DENGAN STRESS

     Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain.
Menurut Robbins (2001) stress juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang. Dan apabila pengertian stress dikaitkan dengan penelitian ini maka stress itu sendiri adalah suatu kondisi yang mempengaruhi keadaan fisik atau psikis seseorang karena adanya tekanan dari dalam ataupun dari luar diri seseorang yang dapat mengganggu pelaksanaan kerja mereka.
Menurut Woolfolk dan Richardson (1979) menyatakan bahwa adanya system kognitif, apresiasi stress menyebabkan segala peristiwa yang terjadi disekitar kita akan dihayati sebagai suatu stress berdasarkan arti atau interprestasi yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut, dan bukan karena peristiwa itu sendiri.Karenanya dikatakan bahwa stress adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan atau mambuat aktif organisme.
Sedangkan menurut Handoko (1997), stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya.

HUBUNGAN ABNORMALITAS DENGAN GENDER 

     Bayi yang baru lahir memiliki kromosm X dan Y, atau dua kromosom XY untuk laki-laki dan XX untuk perempuan. Embrio manusia haru memiliki setidaknya satu kromosom X untuk dapat tumbuh. Abnormalitas kromosom yang berhubungan dengan jenis kelamin yang paling umum melibatkan adanya kromosm ekstra (baik X atau Y) atau ketiadaan satu kromosom X pada perempuan.
Sindrom Klinefelter
     Sindrom klinefelter merupakan kelainan genetik di mana laki-laki memiliki kromosom X ektra, membuat mereka menjadi XXY dan bukan XY. Laki-laki dengan kelainan ini memiliki testis yang tidak berkembang, dan mereka biasanya memiliki dada yang besar dan tumbuh tinggi. Sindrom klinefelter terjadi sekitar satu dalam setiap 800 kelahiran hidup anak laki-laki.
Sindrom Fragile X
     Sindrom fragile X adalah kelainan genetic yang merupakan akibat dari abnormalitas dalam kromosom X, yang menjadi terhimpit dan sering pecah. Defesiensi mental sering menjadi konsekuensi tetapi defesiensi ini mungkin mengambil bentuk berupa keterbelakangan mental, gangguan belajar, atau rentang perhatian yang pendek. Kelainan ini lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan pada perempuan, kemungkinan pada kromosom X kedua pada perempuan dan menegasikan efek negative gangguan ini.
Sindrom Turner
     Sindrom turner adalah kelainan kromosom pada perempuan di mana sebuah kromosm X hilang dan menjadikan pemiliknya XO dan bukan XX, atau kromosom kedua terhapus sebagian. Perempuan dengan sindrom ini berpostur pendek dan mempunyai leher yang tersambung oleh membran kulit. Mereka dapat tidak subur dan mengalami kesulitan matematika, tetapi kemampuan verbal biasanya cukup baik. Sindrom turner terjadi kira-kira 1 dari setiap 2500 kelahiran.
Sindrom XYY

     Sindrom XYY merupakan kelainan kromosom dimana laki-laki memiliki kromosom Y ekstra. Ketertarikan awal pada sindrom ini terfokus pada keprcayaan bahwa kromosom Y esktra yang ditemukan pada beberapa laki-laki menyumbang terhadap perilaku agresi dan kekerasan. Meskipun demikian, peneliti kemudian menemukan bahwa laki-laki XYY tidak lebih mungkin melakukan kejahatan daripada laki-laki XY.

Sumber




Minggu, 28 April 2013

konsep kepribadian sehat menurut aliran psikoanalisis, behavioristik dan humansitik


Teori Kepribadian Sehat Aliran psikoanalisis


Bapak psikoanalisis adalah Sigmund Freud dilahirkan di Moravia tanggal 6 mei 1939 dan meninggal di London pada tanggal 23 september 1939. Sebagai anak muda Freud bercita-cita ingin menjadi ahli ilmu pengetahuan tahun 1873 freud masuk ke fakultas kedokteran Universitas WINA dan tamat pada tahun 1873 . Menurut Freud , perilaku manusia merupakan hasil interaksi tiga subsistem dalam kepribadian manusia . Tujuan psikoanalisis dari Freud adalah membawa ketingkat kesadaran mengenai ingatan atau pikiran yang di tekan , diasumsi
sebagai sumber perilaku yang tidak normal dari pasiennya. Psikoanalisi merupakan bentuk utama psikoterapi. Pasien tiduran di kursi panjang dan tidak bertatap muka dengan terapis . Pasien menghadapi pikiran dan perasaan sendiri dan pasien memproyeksikan pikiran dan perasaannya. a) . mengalami perasaan dan emosinya sendiri bersamaan b). mensubjektifkan perasaan pada hal dalam ego pengamatan sendiri .
Tahun 1895 Freud dan Breuer “Studies on hysteria” dipandang sebagai permulaan . Tahun 1901 Freud mempublikasikan bukunya “The Psychopathology of everyday life” yang berisi deskripsi yang sekarang di kenal dengan Freudian slip kehidupan sehari-hari baik orang yang normal maupun orang yang neurotik keadaan tidak sadar.  
Psikoanalisa
Psikoanalisa adalah cabang ilmu yang di kembangkan oleh Sigmnd Freud dan para pengikutnya , sebagai stugi fungsi dan perilaku psikologis manusia . 
Kepribadian Sehat Psikoanalisa :
·         Pada alam pikiran tidak sadar dan kreativitas sebagai kompensasi untuk masa anak
·          Individu bersifat egois , tidak bermoral dan tidak mau tahu kenyataan
·          Manusia sebagai ho,o valens dengan berbagai dorongan dan keinginan
·         motif-morif dan konflik tak sadar adalah sentral dalam tingkah laku sekarang
·          Manusia di dorong oleh dorongan seksual agresif 

Pendekatan Psikoanalisis / Psikodinamik
Pendekatan Psikoanalisis atau psikodinamik bahwa tingkah laku abnormal disebabkan oleh faktor intrapsikis ( konflik tak sadar, represi ,mekanisme defensive ) yang mengganggu penyesuaian diri. Menurut Freud , seseorang bukan terletak pada apa yang ia tampilkan secara sadar , melainkan apa yang tersembunyi dalam ketidaksadarannya . pendekatan mengutamakan isi ketidaksadaran seseorang. Aspek kepribadian adalah ego-id-Superego (Freud) , persona-ego-shadow-archetype (Jung), jenis orientasi moving toward-away-againts (Horney),Inferiority-compensation (Adler).
Id adalah kepribadian yang menyimpan dorongan biologis manusia disebut pusat insting (hawa nafsu). Insting disebut insting kehidupan /eros , misalnya dorongan seksual , segala hal yang mendatangkan kenikmatan termasuk kasih ibu.
Ego mediator antara hasrat hewani dan tuntutan rasional dan realistic . menyebakan manusia mampu menundukkan hasrat hewaninya dan hidup sebagai wujud yang rasional. Ego berkerja berdasarkan Prinsip Realitas . misalnya, ketika Id mendesak anda membalas ejekan dengan ejekan lagi, Ego segera memperingatkan anda bahwa lawan bicara anda adalah “Bos” yang dapat memecat anda. Jika anda mengikuti desakan Id, maka anda akan konyol . setelah itu anda akan ingat , bahwa bahaya jika anda berani melawan pimpinan anda.
Superego adalah hati nurani ( conscience ) merupakan internalisasi dari normal social dan cultural masyarakat . Superego memaksa Ego untuk menekan hasrat tidak berlainan kealam bawah sadar. Baik Id atau Superego berada di bawah sadar , Ego berada di tengah antara memenuhi desakan Id dan peraturan superego . Untuk menghindari ketegangan , konflik atau frustasi , Ego secara sadar menggunakan mekanisme pertahanan Ego yaitu dengan Mendistorsi Realitas.  
Pendekatan psikoanalisis bertujuan mengungkap hal-hal yang tersembunyi atau tak sadar, yaitu pengalaman masa lalu yang traumatik atau yang menimbulkan fiksasi. Menurut pendekatan psikoanalisis suatu simtom adalah manifestasi dari suatu defense yang berkembang dalam individu yang bersangkutan . Pada kasus R yang acuh dan menyendiri, defense – nya adalah menghindar . latar belakang pemikiran psikodinamik, psikolog akan menggunakan tes proyeksi yang mengungkap konflik intrapsikis yang terjadi pada R.
Seseorang menjadi sakit atau terganggu bila terlalu banyak mengalami represi . Menjadikannya seseorang yang sehat , ia harus mengurangi represi, mengurangi isi ketidaksadaran yang mengganggu , dengan jalan lebih menyadari apa yang ada di dalam dirinya .

Pendekatan psikoanalisis / psikodinamik

Freud
Jung
Adler
Horney
Fromm
Struktur kepribadian
Id , ego , superego
Self,shadow, ego,persona
-
-
5 tipe kepribadian
Dinamika kepribadian
Cathexis-anticathexis
Keseimbangan, integrasi
Inferiority superiority
Moving towards,away, against

Masa dini
0-5 th penting
-
Penting
penting
-
Masa kini & yad
Kurang penting
Usia 40thpenting
Penting
Penting
-
Alam tak sadar (TS)
Utama,pribadi
Utama, kolektif
Penting
Penting
Penting
Alam sadar
Kurang penting
-
Penting
penting
-
Tingkah laku abnormal
Akibat represi/tidak ada represi
Tak seimbang antara sadar,tdk sadar
Inferiority tak teratasi
Basic anx tak terasi
Relatedness & rootedness



KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT BEHAVIORISTIK

Perbedaan Psikoanalisa dan Behavioristik
Psikoanalisa
Tokohnya adalah Freud, aliran ini melihat dari sisi negatif individu, alam bawah sadar (id, ego, super ego), mimpi dan masa lalu. manusia dianggap sebagai sakit atau pincang, manusia adalah korban dari tekanan-tekanan biologis dan konflik masa kanak-kanak.
Behavioristik
aliran ini menganggap manusia sebagai mesin layaknya alat pengatur panas. maksudnya manusia sebagai sistem konflik yang bertingkah laku menurut cara yang sesuai hukum. aliran ini juga menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
Kepribadian sehat menurut Behavioristik
  • Perilaku nyata dan terukur memiliki makna tersendiri, bukan sebagai perwujudan dari jiwa atau mental yang abstrak
  • Aspek mental dari kesadaran yang tidak memiliki bentuk fisik adalah pseudo problem untuk sciene, harus dihindari.
  • Penganjur utama adalah Watson : overt, observable behavior, adalah satu-satunya subyek yang sah dari ilmu psikologi yang benar.
  • Dalam perkembangannya, pandangan Watson yang ekstrem ini dikembangkan lagi oleh para behaviorist dengan memperluas ruang lingkup studi behaviorisme dan akhirnya pandangan behaviorisme juga menjadi tidak seekstrem Watson, dengan mengikutsertakan faktor-faktor internal juga, meskipun fokus pada overt behavior tetap terjadi.
  • Aliran behaviorisme juga menyumbangkan metodenya yang terkontrol dan bersifat positivistik dalam perkembangan ilmu psikologi.
  • Banyak ahli (a.l. Lundin, 1991 dan Leahey, 1991) membagi behaviorisme ke dalam dua periode, yaitu behaviorisme awal dan yang lebih belakangan.
  • Manusia adalah makhluk perespon; lingkungan mengontrol perilaku.
  • Manusia tidak memiliki sikap diri sendiri
  • Mementingkan faktor lingkungan
  • Menekankan pada faktor bagian
  • Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif.
  • Sifatnya mekanis mementingkan masa lalu



Aliran Humanistik dan Pandangan Allport mengenai kepribadian sehat

A. Penjelasan singkat tentang manusia dari Tiga aliran

   Airan Humanistik dalam melihat perkembangan manusia jauh lebih dalam dibandingkan aliran Behavioristik dan Psikoanalisa. Mereka meyakini bahwa manusai adalah unik dalam segala hal, bukan saja memandang manusia sebagai mesin yang mengikuti hukum-hukum (penerima stimulus-stimulus biologis), dan manusia bukan di lihat dari segi penyakit kejiwaan saja (neurotis dan psikosis), melainkan yang bisa mengembangkan seluruh potensi-potensi yang ada dalam dirinya. seperti menentukan sendiri pekerjaannya, mencari pasangan, dll. (di luar takdir tuhan), maupun menentukan kepribadian sehat yang diinginkannya.

B. Pandangan Allport mengenai kepribadian sehat 
   Allport tidak meyakini bahwa orang-orang yang sehat dan matang dikontrol oleh kekuatan-kekuatan alam bawah sadar (kekuatan yang tidak bisa dilihat atau dipengaruhi). Ia menganggap orang-orang yang terbebas dari pengaruh kekuatan alam bawah sadarlah yang disebut orang yang sehat. Ia juga menganggap, orang yang neurotis berjalan dalam genggaman konflik-konflik masa lalu yang tanpa di sadarinya, dan kepribadian yang sehat berjalan pada jalur yang berbeda. Dari sini ia menyimpulkan bahwa manusia yang sehat memiliki tujuan kearah masa depan yang belum pernah terpenuhi.

Proprium
  Kata propriate berasal dari kata proprium yang berarti konsep “diri”. Maksud dari Allport dengan memberi tekanan lebih kepada proprium ialah untuk mendefinisikan konsep diri sehati-hati mungkin. Bisa juga menunjuk kepada sesuatu yang unik dalam diri seseorang (penentuan keunikan diri seseorang dilihat dari “diri”). Proprium berkembang dari masa bayi sampai masa adolesensi melalui tujuh tingkat “diri”. Apabila semua segi perkembangan telah muncul sepenuhnya, maka segi-segi tersebut bersatu dalam saatu konsep proprium. Jadi proprium adalah susunan dari tujuh tingkat diri ini. Timbulnya proprium menjadikan syarat untuk suatu kepribadian yang sehat.

Tujuh Kriteria Kematangan menurut Allport

 a) Perluasan Perasaan Diri 
Maksudnya setiap orang orang harus memiliki pandangan yang luas yang menjangkau banyak hal. Dalam segala aktivitas, yang tidak hanya berpusat pada diri sendiri, melainkan untuk orang banyak. Yang di sebut juga “partisipasi otentik”.

b) Hubungan Diri yang Hangat dengan Orang Lain
Orang yang sehat mampu mengendalikan rasa cinta terhadap orang lain. Ada perbedaan antara cinta orang yang neurosis dan cinta dari pribadi yang sehat. Orang yang neurosis harus menerima cinta lebih banyak daripada kemampuan mereka untuk memberinya, dan syarat akan kewajiban. Sedangkan cinta dari pribadi yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan, sabar terhadap tingkah laku orang lain, serta tidak mengadili atau menghukumnya.

c) Keamanan Emosional
Hal ini dinilai dari kualitas diri seseorang. Orang yang yang sehat mampu menerima segala kekurangan yang mereka miliki tanpa harus menyerah dengan keadan, dan mampu mengontrol emosinya, sehingga tidak mengganggu aktivitas antar pribadi. Kualitas lain dari keamana emosional adalah ” sabar terhadap kekecewaan ”. Orang yang sehat akan sabar dalam menghadapi kemunduran, tidak menyerah pada kekecewaan, melainkan mampu memikirkan jalan keluar untuk mencapai tujuan.

d) Persepsi realistis
Orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif. Mereka tidak membuat-buat kehidupan realitasnya. Apa yang mereka rasakan adalah kenyataannya.

e) Keterampilan dan Tugas
Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti penting dan memberikan perasaan kontinuitas untuk hidup. Tidak mungkin mencapai kematangan dan kesehatan psikologis tanpa melakukan pekerjaan yang penting dan bermanfaat.

 f) Pemahaman Diri
pemahamn diri maksudnya, seseorang harus mammpu mengenali dirinya sendiri. Karena orang yang sehat selalu terbuka dengan orang lain, dan berinteraksi dengannya. Maka dari itu perlu memahami diri sendiri untuk bisa di terima orang lain dan lingkungan, agar tidak terjadi kekacauan batin.

g) Filsafat Hidup yang Mempersatukan
Orang yang sehat tentunya akan melihat ke depan, seperti yang sudah di kemukakan di atas. Menurut Allport nilai-nilai sangat penting bagi perkembangan suatu filsafah hidup yang mempersatukan. Suara hati juga ikut berperan dalam suatu filsafah hidup yang mempersatukan. Suara hati yang matang adalah suatu perasaan kewajiban dan tanggung jawab terhadao diri sendiri dan kepada orang lain, dan mungkin berakar dalam nilai-nilai agama atau etis. sedangkan suara hati yang tidak matang sama seperti sura hati kanak-kanak yang patuh dan membudak, penuh dengan pembatasan dan larangan yang dibawa dari masa kanak-kanak kedalam masa dewasa.


Basuki,Heru. 2008. Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Schultz, D. (1991). Psikologi Pertumbuhan : Model-model Kepribadian Sehat. Alih bahasa : Yustinus. Yogya : Kanisius


Minggu, 10 Maret 2013

Definisi Sehat

 APA ITU SEHAT ??

Istilah sehat dalam kehidupan sehari-hari sering dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu dapat bekerja secara normal. Bahkan benda mati pun seperti kendaraan bermotor atau mesin, jika dapat berfungsi secara normal, maka seringkali oleh pemiliknya dikatakan bahwa kendaraannya dalam kondisi sehat. Namun demikian, pengertian sehat yang sebenarnya tidaklah demikian.  

Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Pengertian sehat tersebut sejalan dengan pengertian sehat menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1975 sebagai berikut: Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial.

Batasan kesehatan tersebut di atas sekarang telah diperbaharui bila batasan kesehatan yang terdahulu itu hanya mencakup tiga dimensi atau aspek, yakni: fisik, mental, dan sosial, maka dalam Undang- Undang N0. 23 Tahun 1992, kesehatan mencakup 4 aspek, yakni: fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi. Batasan kesehatan tersebut diilhami oleh batasan kesehatan menurut WHO yang paling baru.

Pengertian kesehatan saat ini memang lebih luas dan dinamis, dibandingkan dengan batasan sebelumnya. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi.
Bagi yang belum memasuki dunia kerja, anak dan remaja, atau bagi yang sudah tidak bekerja (pensiun) atau usia lanjut, berlaku arti produktif secara sosial. Misalnya produktif secara sosial-ekonomi bagi siswa sekolah atau mahasiswa adalah mencapai prestasi yang baik, sedang produktif secara sosial-ekonomi bagi usia lanjut atau para pensiunan adalah mempunyai kegiatan sosial dan keagamaan yang bermanfat, bukan saja bagi dirinya, tetapi juga bagi orang lain atau masyarakat.
Keempat dimensi kesehatan tersebut saling mempengaruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan seseorang, kelompok atau masyarakat.
Itulah sebabnya, maka kesehatan bersifat menyeluruh mengandung keempat aspek.

Perwujudan dari masing-masing aspek tersebut dalam kesehatan seseorang antara lain sebagai berikut:

1. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.

2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual.
• Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
• Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.
• Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa . Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang.
Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.

3. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.

4. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagi kelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, atau pelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut.

 http://afand.abatasa.com/post/detail/2456/pengertian-sehat
 http://sembilanpola.blogspot.com/2012/05/sebelum-mengetahui-definisi-dari-pola.html

Sabtu, 12 Januari 2013

Fenomena yang terjadi dalam alat Psikotes Dan Psikoterapi

Tes Psikotes 

Definisi Tes Psikologi atau lebih dikenal sebagai Psikotest, adalah tes untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes dapat berbentuk tertulis, visual, proyektif atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi kognitif dan emosional. Tes dapat diaplikasikan kepada anak-anak maupun dewasa. Tes ini dapat berbentuk tertulis, proyektif, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi atau kemampuan kognitif dan emosional seseorang. Tes tersebut diberikan sebagai alat atau sarana bagi Psikolog untuk dapat memahami secara utuh aspek-aspek psikologis individu agar dapat memberikan gambaran (profile psikogram) setiap individu yang mengikuti tes tersebut.

Psikotest adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui gambaran seseorang mulai dari kemampuan kognitifnya, kondisi emosinya, kecenderungan-kecenderungan sikap dan hal-hal yang mempengaruhi kecenderungan tersebut. Tujuan Psikotest ialah untuk mengukur bermacam atau berbagai kemampuan mental dan apa yang mendukungnya, termasuk prestasi, kepribadian, intelegensi, kemampuan, bahkan fungsi neurologis. 

Secara umum tes psikologi digolongkan dalam 4 jenis tes, yaitu 1) Tes Kepribadian; 2) Tes Bakat; 3) Tes Inteligensi; dan 4) Tes Prestasi. Namun banyak ahli yang menggolongkan beberapa tes psikologi diluar 4 jenis tes tersebut. Keempat jenis tes ini tidak harus digunakan semuanya dalam sebuah baterai tes, tergantung dari tujuan yang akan dicapai oleh tes tersebut.

Tes Kepribadian merupakan tes yang bertujuan untuk mengetahui kepribadian seseorang. Kepribadian adalah bagian dari psikologi yang bersifat covert yang tidak dapat dilihat, hanya bisa diketahui dengan suatu tes yang dinamakan tes kepribadian. Model dan bentuknya bermacam-macam. Ada yang berupa pencil-and-paper test seperti MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory), tes proyeksi seperti Tes Rorschach, TAT (Thematic Apperception test), dll.

Tes Bakat adalah tes yang lebih menekankan pada prognosa fenomena psikologis yang akan diketahui. Tes bakat (aptitude test) untukmengetahui sebuah potensi terpendam yang dimiliki. Kebanyakan tes bakat memiliki nilai prediksi terhadap sesuatu yang akan terjadi di masa depan dari individu. Misalnya Tes Kesiapan Masuk Sekolah, Tes Bakat Khusus (SAT), Tes Bakat Mekanikal, dll.

Tes Inteligensi yaitu tes umum yang bertujuan mengetahui kemampuan intelegensi seseorang pada saat tertentu. Tes ini paling sering di bicarakan orang karena umumnya memberikan suatu skala inteligensi. Tes inteligensi misalnya Tes Stanford-Binet, Tes Wechsler, dll.
Tes Prestasi merupakan jenis tes yang lebih sering dipakai di dunia pendidikan khususnya untuk mengetahui seberapa besar penguasaan materi tertentu pada anak didik.

Kemudian banyak tes yang dimodifikasi, disesuaikan dengan tujuan dan ruang lingkup penggunaannya. Seperti tes-tes yang dipakai di perusahaan untuk tujuan recruitment, placement, atau training pada umumnya dipakai variasi dari tes kepribadian, bakat, wawancara, focus group discussion (FGD) dan tes untuk spesifikasi pekerjaan tertentu (situational test).

Untuk tes kepribadian, pengukuran yang dilakukan tidaklah sebagai pengukuran benar-salah, namun pengukuran untuk mengetahui jenis kepribadian seseorang. Jawaban yang diberikan individu akan mencerminkan karakter kepribadian yang dimilikinya dan tidak dihubungkan dengan suatu kemampuan (ability) tertentu. Untuk ability test (Bakat dan Inteligensi), pengukuran dilakukan dengan melihat jawaban benar-salah dari individu, dan diskoring untuk melihat tingkat kemampuan individu.

 Fenomena yang terjadi dalam alat Psikotes

Mungkin yang jarang diketahui oleh seseorang adalah tes psikologi sangat berhubungan erat dengan tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Jadi, kalau kita tidak lulus tes psikologi bukan berarti kita bodoh atau tidak mampu. Jawaban yang paling mungkin adalah kita belum tentu cocok dengan jenis pekerjaan atau tujuan dari tes psikologi itu.
 http://www.ssantsons.com/psikotes.html
 http://www.tanyahr.ratrieka.com/?page_id=21
 TES PSIKOTERAPI
psikoterapi adalah terapi atau pengobatan yang menggunakan cara-cara psikologik, dilakukan oleh seseorang yang terlatih khusus, yang menjalin hubungan kerjasama secara profesional dengan seorang pasien dengan tujuan untuk menghilangkan, mengubah atau menghambat gejala-gejala dan penderitaan akibat penyakit. Definisi yang lain yaitu bahwa psikoterapi adalah cara-cara atau pendekatan yang menggunakan teknik-teknik psikologik untuk menghadapi ketidakserasian atau gangguan mental.
 Gejala masalah psikologis yang bisa dibantu dengan psikoterapi:


  1. Gangguan Bicara. Dalam hal ini termasuk gagap, sulit bicara dan kata-kata yang tidak lancar atau terselip pengucapannya. Penderita gangguan bicara biasanya hanya mengalami gangguan ketika dalam kondisi yang membuatnya tegang, sementara dia bisa bicara lancar ketika ngomong sendiri atau berbicara dengan orang yang membuatnya nyaman. Gangguan bicara biasanya berhubungan dengan kecemasan dan perasaan kurang percaya diri.
  2. Gangguan Tidur. Gangguan tidur bisa berupa insomnia, siklus tidur tidak teratur, tidur tidak pernah nyenyak, mudah terbangun, mimpi buruk, sering tindihan (tubuh kaku tidak bisa digerakkan padahal sadar) atau malah penyakit tidur berlebihan dan tidak mampu menahan rasa kantuk.
  3. Halusinasi. Apabila Anda sering melihat sesuatu atau mendengar suara yang tidak nyata, maka itu pertanda Anda mengalami gangguan psikologis. Keadaan tersebut bisa terpicu karena stress, trauma, depresi atau muncul tanpa sebab yang jelas. Beberapa orang mengira gangguan halusinasi adalah karena diganggu makhluk halus, padahal sebenarnya halusinasi merupakan “penyakit pikiran” yang bisa disembuhkan dengan psikoterapi modern.
  4. Kebiasaan Buruk. Banyak orang menyerah dengan kebiasaan buruknya karena mengira kebiasaan buruknya tidak bisa diubah. Mungkin Anda pun sudah mencoba menghentikan kebiasaan buruk dengan cara Anda sendiri dan gagal. Tahukah Anda, para pakar psikologi punya cara yang terbukti efektif untuk mengubah kebiasaan buruk, yang mana cara ini belum banyak diketahui oleh masyarakat luas karena merupakan bagian dari psikoterapi. Apapun kebiasaan buruk Anda, selama Anda masih ada keinginan untuk berubah, maka Anda bisa berubah total. Psikoterapi akan membantu Anda berubah dengan lebih mudah dan lebih cepat.
  5. Kecemasan Berlebihan. Mudah cemas hanya karena masalah-masalah kecil. Kecemasan berlebihan terhadap segala hal. Jika memiliki anak, maka terlalu protektif dalam mengasuh anak. Karena kecemasan berlebihan, maka biasanya disertai dengan sering sakit kepala, sakit leher dan tekanan darah naik. Orang yang mengalami kecemasan biasanya juga menderita hipertensi, maag dan IBS (Irritable Bowel Sindrom).
 http://moethya26.wordpress.com/2012/03/16/psikoterapi/
 http://www.psikoterapis.com/?en_masalah-yang-bisa-dibantu,15